• Kesehatan Reproduksi. Kamu Tau?

    Kesehatan Reproduksi itu meliputi aspek fisik, mental dan sosial. Bukan cuma engga adanya penyakit atau gangguan disegala hal yang berkaitan dengan sistem, fungsi maupun proses reproduksi itu sendiri

    Kesehatan Reproduksi menyiratkan bahwa setiap orang dapat menikmati kehidupan seks yang aman dan menyenangkan, dan mereka memilki kemampuan untuk bereproduksi, serta memiliki kebebasan untuk menetapkan kapan dan seberapa sering mereka ingin bereproduksi.

    Organ Reproduksi Perempuan

    Terdiri dari:
    - Mulut Vagina
    - Vagina
    - Cervix (leher rahim)
    - Uterus (rahim)
    - Fimbria
    - Ovarium
    - Tuba Fahlopi

    Organ Reproduks Laki-laki

    Terdiri dari:
    - Uretra (Saluran Kemih)
    - Giant Penis
    - Penis
    - Scrotum
    - Testis
    - Epiyadimis
    - Vas Deferens
    - Kelenjar Prostat
    - Vesikula Seminalis
    - Kantung Kencing

    Mimpi Basah

    Mimpi basah yaitu pengeluaran sperma (ejakulasi) secara alamiah melalui mekanisme tidur (biasanya mengalami mimpi erotis ataupun tidak erotis) Pertama terjadi pada usia antara 9 - 14 tahun merupakan tanda sudah akil baliq dan organ reproduksinya sudah mulai berfungsi.

    Cara Merawat Organ Reproduksi:

    - Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari.
    - Membersihkan setelah buang air.
    - Tidak menggunakan air kotor untuk membersihkan.
    - Dianjurkan untuk merapihkan rambut kemaluan.
    - Menghindadi celana dalam yang terlalu ketat.
    - Menjaga agar daerah organ reproduksi tidak terlalu lembab atau basah.
    - Jaga pola hidup sehat seperti berolahraga, makan makanan sehat, menghindari rokok, dsb.
    - Jaga prilaku seksual kita.

    Perawatan Organ Reproduksi Perempuan

    - Mengurangi penggunaan cairan pembilas vagina.
    - Memeriksa ada atau tidak benjolan pada payudara minimal 1 kali setelah menstrubasi.
    - Tidak memasukkan benda asing ke dalam vagina.
    - Mengganti pembalut pada saat haid 4 - 5 kali sehari atau setiap mandi dan buang air kecil.
    - Membersihkan daerah vagina dengan air bersih setiap selesai buang air, dari depan ke belakang.
    - Pilih pembalut dengan daya serap tinggi.
    - Jaga pola makan sehat selama Haid.

    Perawatan Organ Reproduksi Laki-laki

    - Tidak menggunakan celana dalam yang terlalu ketat karena dapat mempengaruhi kualitas sel sperma.
    - Sunat dapat mencegah penumpukan kotoran atau smegma.

    Dorongan dan Perilaku Seksual

    Dorongan seksual merupakan sesuatu yang muncul dari dalam diri seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang bersifat seksual.

    Ada dua kemungkinan perilaku yang mungkin diambil saat dorongan seksual muncul, yaitu:
    Dialihkan ke aktifitas lain (menekan dorongan tersebut) atau disalurkan lewat perilaku seksual.

    Perilaku seksual merupakan tindakan yang didasari oleh dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai tindakan.
    Perilaku ini dapat berupa melirik lawan atau sesama jenis berfantasi, sampai berhubungan seksual (intercourse) setiap perilaku seksual tentu ada konsekuensinya.

    HIV & AIDS

    HIV merupakan kepanjangan dari Human Immuno Deficiency Virus.
    HIV sendiri adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

    AIDS merupakan kepanjangan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome.
    AIDS sendiri adalah sekumpulan gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh menurunnya sistem kekebalam tubuh akibat terinveksi virus HIV.

    Tahapan Perubahan HIV Menjadi AIDS

    Tahap Pertama:
    - Umur infeksi 1 sampai 6 bulan (sejak terinfeksi HIV)
    - Seseorang sudah terpapar dan terinfeksi tetapi ciri-ciri terinfeksi belum terlihat, meskipun ia melakukan tes darah. Pada tahapan ini kekebalan tubuh terhadap HIV belum terbentuk.

    Tahap Kedua:
    - Umur infeksi 1 sampai 10 tahun (sejak terinfeksi HIV)
    - Pada tahap kedua ini individu sudah Positive HIV dan belum menampakkan gejala sakit.
    - Sudah dapat menularkan pada orang lain.
    - Bisa saja terlihat/mengalami gejala-gejala ringan, seperi flu (biasanya 2 - 3 hari dan sembuh sendiri).

    Tahap Ketiga:
    - Mulai muncul gejala-gejala awal penyakit dan belum disebut gejala AIDS.
    - Gejala yang berkaitan antara lain, keringat yang berlebihan pada waktu malam, diare terus menerus, pembengkakkan kelenjar getah bening, flu yang tidak sembuh-sembuh, nafsu makan berkurang dan badan menjadi lemah, serta berat badan mulai berkurang.
    - Pada tahap ketiga ini sistem kekebalan tubuh mulai berkurang.

    Tahap Keempat:
    - Sudah masuk gejala tahap AIDS.
    - AIDS baru dapat terdiagnosa setelah kekebalan tubuh sangat berkurang dilihat dari selnya.
    - Timbulnya penyakit tertentu yang disebut Infeksi Oportunistik yaitu TBC, Infeksi paru-paru yang menyebabkan radang paru-paru kesulitan bernafas, kanker, khususnya sariawan, kanker kulit atau sarcoma kaposi, infeksi usus yang menyebabkan diare parah berminggu-minggu, dan infeksi otak yang menyebabkan kekacauan mental dan sakit kepala.

    HIV Dapat Menular Melalui:

    Cairan darah, artinya kita bisa saja tertular melalui transfusi darah yang terinfeksi HIV. Atau dari pemakaian jarum suntik secara bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV.

    Caira sperma dan vagina, artinya adalah jika kita pelaku seks aktif dan berganti-ganti pasangan, maka besad kemungkinannya kita bisa tertulad HIV.

    Air susu ibu yang positive HIV, artinya jika ada bayi yang terlahir dari atau disusui oleh ibu yang terinfeksi HIV maka bayi tersebut dapat juga terinfeksi HIV.

    HIV Tidak Menulad Melalui:

    - Gigitan nyamuk.
    - Berenang.
    - Berpelukkan.
    - Berjabat tangan.
    - Tinggal serumah.
    - Serta menggunakan alat makan
    - Dan alat mandi bersama orang yang terinfeksi HIV.

    Mau Terhindar Dari HIV:

    - Tidak melakukan hubungan seks diluar nikah.
    - Saling setia dengan pasangan, alias tidak berganti-ganti pasangan.
    - Tidak menggunakan jarum suntik yang tidak steril, apalagi digunakan secara bergantian.

    Informasi Lebih Lanjut Bisa Hubungi:

    1. Klinik Seroja RSUD Gunung Jati.
    2. Klinik PTRM RSUD Gunung Jati.
    3. Klinik Intan Puskesmas Gunung Sari.
    4. Puskesmas Drajat.
    5. Puskesmas Sitopeng.
    6. Puskesmas Kejaksan.
    7. Puskesmas Larangan.
    8. Puskesmas Kesunean.
    9. Puskesmas Jagasatru.

  • Arsip Blog

    Powered by Blogger.

    Followers