| Penyesuaian Diri Remaja |
Apakah yang dimaksud dengan penyesuaian diri (adjustment)? Penyesuaian diri adalah interaksi yang berlangsung secara terus menerus dengan diri kita sendiri, dengan orang lain, dan dengan lingkungan kita. Penyesuaian diri merupakan proses yang mencakup respon-respon mental dan tingkah laku seseorang dalam menghadapi tuntutan-tuntutan baik dari dalam diri sendiri atau dari lingkungannya. Dengan kata lain, penyesuaian diri merupakan usaha individu agar berhasil mengatasi kebutuhan, ketegangan, konflik, dan frustrasi yang dialami dalam dirinya. Individu yang dapat menyesuaikan diri dengan baik adalah orang, yang dengan keterbatasan yang dimiliki, belajar untuk bereaksi terhadap dirinya dan lingkungan dengan cara yang matang, bermanfaat, efisien, dan memuaskan, serta dapat menyelesaikan konflik, frustrasi, maupun kesulitan-kesulitan pribadi dan sosial tanpa mengalami gangguan tingkah laku.
Penyesuaian diri meliputi interaksi ini
terus kita lakukan dan berpengaruh pada diri kita. Diri kita adalah
segala hal yang menyangkut keadaan diri, siapakah kita, badan kita,
perilaku, perasaan, dan pikiran kita. Kita biasa melakukan interaksi
dengan diri kita, berbicara pada diri kita sendiri, memikirkan apa yang
akan kita lakukan, dan sebagainya. Demikian juga dengan orang lain dan
sekitar kita, kita dipengaruhi oleh orang lain dan lingkungan.
Sebaliknya, orang lain dan lingkungan juga dipengaruhi oleh kita.
Sampai penjelasan diatas, penyesuaian
diri sepertinya merupakan proses yang alamiah dan otomatis dilakukan
oleh siapapun. Namun, masalah dapat timbul ketika proses penyesuaian
diri mulai berlawanan dengan kita, yaitu saat kita dipengaruhi oleh diri
kita sendiri ataupun orang lain untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya
tidak ingin kita lakukan atau untuk merasakan apa yang tidak ingin kita
rasakan. Kita bisa saja mencari tahu akar permasalahan sehingga
akhirnya kita tetap dapat melanjutkan apa yang kita inginkan. Tapi ini
bukan berarti kita dapat mengubah dengan mudah diri kita, orang lain,
atau lingkungan agar selalu sesuai dengan keinginan kita. Teman kita
masih saja tetap menjengkelkan, hujan tiba-tiba saja turun, atau bahkan
mata kita tiba-tiba saja sangat berat dan ingin tidur.
Penyesuaian diri yang baik mutlak
dibutuhkan oleh setiap orang untuk menghadapi segala macam keadaan yang
tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan atau ia bayangkan sebelumnya.
Namun, tidak ada kriteria umum mengenai bagaimana penyesuaian diri yang
baik. Hal ini berkaitan dengan faktor situasi dan nilai-nilai (norma)
dimana kita berada. Misalnya, semua orang setuju bahwa mencuri adalah
perbuatan yang tidak baik dan melanggar hukum. Namun jika si pencuri
adalah seorang ayah yang tidak memiliki pekerjaan sementara anaknya
harus dirawat di rumah sakit, apakah kita bisa mengatakan bahwa sang
ayah telah melakukan penyesuaian diri yang salah terhadap masalahnya?
Contoh lain misalnya ada orang baru yang masuk gank tertentu, semua
anggota gank memiliki kebiasaan minum-minuman keras, sementara si orang
baru tidak bisa minum minuman keras. Sehingga akhirnya ia keluar dari
gank itu. Bagi si orang baru, ia telah berhasil melakukan penyesuain
diri. Tapi bagi anggota yang lain, apakah orang baru itu sudah melakukan
penyesuaian diri yang baik?
Namun tetap ada patokan tidak tertulis
yang biasanya berlaku dalam budaya tertentu mengenai penyesuaian diri
yang baik, biasanya hal ini berkaitan dengan nilai-nilai dan norma-norma
yang berlaku di masyarakat, sejauh mana pikiran, perasaan, dan perilaku
kita memberikan keuntungan (baik lahir maupun batin), tidak hanya bagi
diri kita sendiri namun juga bagi orang lain dan lingkungan dimana kita
tinggal. Kemampuan menyesuaikan diri ini berkaitan dengan pemahaman akan
diri sendiri, kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain, strategi
pemecahan masalah dan konflik, dan kemampuan interpersonal lainnya.