Profil

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) yang didirikan sejak tahun 1957, saat ini telah mapan sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tertua di Indonesia yang mempelopori bidang Kesehatan Reproduksi bagi kaum perempuan. PKBI tersebar hampir diseluruh Kabupaten dan Kota Seluruh Indonesia, dan salah satunya berada di Wilayah Cirebon yang didirikan sejak tahun 1968. Latar belakang munculnya konsentrasi kegiatan PKBI pada persoalan Keluarga, dilatarbelakangi dari keyakinan bahwa Keluarga adalah pilar utama masyarakat, dan ia merupakan unit terkecil namun sekaligus penentu sebuah Bangsa. Oleh karena itu, pembangunan masyarakat harus dimulai dari unit terkecil dimaksud melalui pembinaan keluarga. Karena itu pula tidak salah jika Visi PKBI adalah “Terwujudnya masyarakat yang dapat memeuhi kebutuhan Kesehatan Reproduksi dan Seksual serta hak-hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual yang berkesetaraan dan berkeadilan gender”. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat Cabang Cirebon bekerjasama dengan BKKBN mengembangkan Youth Centre sebagai pusat pendidikan, konseling, dan pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja. Youth Centre ini kemudian dikenal dengan nama Mitra Citra Remaja (MCR) yang pertama kali dirikan di Bandung dan selanjutnya dikembangkan ke daerah Cirebon dan Tasikmalaya. Mulai Desember 2001, Mitra Citra Remaja (MCR) Cirebon didirikan dengan dukungan penuh dari PKBI dan BKKBN daerah. MCR bergerak berdasarkan tuntutan pengembangan ke arah “Adolescent Reproductive Health Education, Counseling and Service for Hight School”. Sasaran utama pendampingan MCR Cirebon adalah Pelajar dan Mahasiswa sederajat yang berada diwilayah Cirebon. Mitra Citra Remaja (MCR) sebagai salah satu wadah informasi bagi remaja berusaha untuk membantu remaja memahami perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada diri mereka melalui berbagai kegiatan (Program) yang ditawarkan baik In Center maupun Out Center. Diharapkan dengan adanya pusat layanan bagi remaja khususnya remaja Kota Cirebon dan Sekitarnya (Se-Wilayah III Cirebon) bisa terbantu dalam memahami perubahan-perubahan yang terjadi baik fisik maupun psikologis sehingga remaja mampu melewati masa pubertas tersebut secara aman dan nyaman, lebih jauh dari itu remaja bisa menyongsong estafeta kepemimpinan dimasa mendatang. Sebab remaja merupakan Investasi utama bagi pembangunan.

Blog

  • Hadir Kembali di 97.5 fm Pro 2 RRI Cirebon dengan Tema Galau

    Kata Galau telah menjadi Viral dimasyarakat dan tentunya banyak orang yang punya cara sendiri untuk mendefinisikan kata "Galau".

    Kembali lagi bersama kami Mitra Citra Remaja - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (MCR-PKBI) Cirebon yang selalu hadir dalam Program "Healty Generation" di 97.5 fm Pro 2 RRI Cirebon setiap hari selasa jam 16:00 - 17:00  dan kali ini kami mengambil Tema Galau bersama Pemateri, Sudarno, Andika Prasetiawan, Fina dan Hanny Nur Muslimah

    Kenapa kami mengambil Tema Galau?

    Setiap topik pembicaraan tiap masalah sangat dikaitkan dengan yang satu ini dan menjadi viral di media-media sosial. Mulai dari curahan hati hingga tulisan puitis yang mengandung unsur Galau, banyak orang yang mendefinisikan kata Galau sebagai bentuk perasaan yang sedih, gelisah, menyesal, bingung, dan sebagainya. 
    Tapi, apa definisi yang sebenarnya dari kata Galau itu?

    Satu-satunya caranya untuk menyakinkan kita yaitu dengan mencari kata Galau sendiri di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

    Perhatikan definisi galau berikut:
    ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak karuan (pikiran);

    ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau

    Berdasarkan referensi di atas, dapat simpulkan bahwa pada kenyataannya kata Galau bisa dibilang kegiatan beramai-ramai, atau dalam kamus disebut "sibuk beramai-ramai". Galau dapat digolongkan sebagai adjektiv, artinya kata sifat yang selalu ikut pada sebuah subjek berupa nomina. Sedangkan, dalam pengertian diatas dapat menyangkut kondisi Psikologis pada keadaan "kacau tidak karuan" yang lebih tepat saat keadaan pikiran itu sendiri.

    Secara bahasa, tidak ada salahnya jika kata Galau disejajarkan artinya dengan keadaan mental yang tidak tenang, merasakan sedih, dan sebagainya seperti selama ini kita sering sekali mendengarnya dari berbagai media. Hanya saja, ada pemekaran arti lain yang dalam kamus besar lebih diutamakan, bisa dipahami sebagai bagian dari pemaknaan kata itu sendiri.

    Takutnya ada kesalahpahaman kata disaat kita sedang "Sibuk beramai-ramai", lalu secara tidak sengaja terucap "Aku sedang galau," dan orang-orang disekitar menertawakan kita. Hal kecil yang semata-mata dikarenakan pikiran mereka arti kata Galau itu adalah kesedihan yang mendalam dan membingungkan.

    Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang dianggap masih "tabu" dalam pengucapan kata. Itulah mengapa, proses asimilasi makna kata yang sebenarnya dan penyerapan kata-kata bahasa asing yang sering dilakukan guna untuk memperkaya Bahasa Indonesia.

    Tak terkecuali kata Galau ini adalah kata-kata yang tergolong ke kata-kata yang baru, perlu dijelaskan secara tepat kepada publik. Mulai dari makna yang sebenarnya, sampai ke makna-makna turunan. Sangat-sangat disayangkan jika nantinya kata baru tersebut dikenal atau menjadi viral yang kemudian masuk menjadi istilah yang digunakan dalam banyak bidang, termasuk bisnis, yang dala. kapasitasnya sebagai istilah publik yang relatif, dapat diartikan apa saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Padahal, kita masih punya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai panduan penentu arti kata.

    Sangat disayangkan sekali kalangan bisnis kita saat ini hanya terbiasa menggunakan kata-kata baru yang terlanjur populer. Memang patut diakui masih sedikit diantara kita yang sadar mencari kamus begitu muncul kata-kata baru yang terkenal di media-media sosial, toh buka kamus saja jarang. Sifat negative yang selalu ikut-ikutan tren popular yang seharusnya dapat menjadi jembatan bagi publik khususnya untuk mengakses ilmu-ilmu pasti seperti bahasa justru terkesampingkan dengan kericuhan perbincangan publik.

    Galau sendiri dapat terbagi menjadi 2 golongan yaitu:

    -Galau Positive

    Contoh Galau Positive, melihat teman sedang kesusahan, menurunnya nilai saat kenaikan semester, tidak terima di snmptn/sbmptn, ada teman, kerabat, atau sodara yang sedang sakit, dan lain sebagainya.

    -Galau Negative

    Contoh Galau Negative biasanya identik dengan "Update" Sosial Media, BBM, Facebook, Twitter, Path, Line, WA, Instagram, dan bahkan ngeshare menggunakan sms sekalipun. Galau negative ini biasanya identik dengan patah hati, rasa kenal, malu, dan lain sebagainya.

    Kata Galau tetaplah diartikan sebagai sedih, gelisah, bingung, bimbang, dan lain sebagainya, sebenarnya memang tidak masalah. Asalkan publik jadi lebih tahu, bahwa secara definitif, arti kata Galau yang sebenarnya itu artinya "Sibuk beramai-ramai".


    Info by: http://suarandika.blogspot.co.id/2017/02/talk-show-kali-ini-mengambil-tema.html?m=1

  • Hal-Hal Ini Perlu Kamu Ketahui Saat Berpacaran

    Apa Pengertian Yang Salah Pada Remaja Mengenai Pembuktian Cinta

    Bukti cinta di masa pacaran adalah dengan memberikan segala galanya termasuk  keperawanan mereka. Mereka percaya bahwa hubungan seksual membuat hubungan pacaran menjadi lebih intim.

    Pola Komunikasi Yang Mendasari Terjadinya Hubungan Seksual Pada Remaja

    Dilihat dari kedua belah pihak ada beberapa pola komunikasi dan proses yang terjadi.

    Pertama, ada kepercayaan atas mitos bahwa hubungan seksual (HUS) tertentu tidak akan terjadi kehamilan. Misalnya HUS satu kali tidak akan menyebabkan kehamilan.Kedua, pembuktian cinta dengan melakukan hubungan seksual  berarti cinta mereka tulus dan suci.Ketiga, ada janji pernikahan apabila terjadi kehamilan, pacar mereka berjanji akan bertanggung jawab.Keempat, Karena awalnya hanya sekedar coba-coba, tetapi selanjutnya menjadi kebiasaan.Kelima, keinginan mengikat hubungan, yakni ketika remaja perempuan menggunakan HUS dan atau kehamilannya untuk mengikat pacarnya agar tidak meninggalkan dirinya dengan memberikan keperawanan dan melakukan hubungan seksual.

    Pola komunikasi dan proses terjadinya HUS pada hubungan pacaran remaja menunjukkan adanya ketimpangan posisi gender antara remaja laki-laki dan peremuan. Seringkali remaja laki-laki menggunakan mantra ”atas nama cinta” untuk mendapatkan kemauan remaja perempuan pasangannya untuk bersedia berhubungan seks.

    Hal ini sangat disayangkan karena rasa cinta pada pacar kita tidak perlu dibuktikan dengan melakukan hubungan seksual. Prinisp penting yang perlu dikuatkan pada remaja adalah cinta bisa diekspresikan dengan banyak sekali cara, tanpa harus melibatkan aktifitas seksual.

    Apa Sebenarnya Yang Dibutuhkan Ketika Seseorang Berpacaran

    Kedewasaan sikap dan pikiran artinya dalam berpacaran seseorang harus mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya, kesiapan mentalnya untuk mencoba berpacaran, batasan-batasan apa yang nanti harus dijaga selama berpacaran dan lain-lain., sehingga selama berpacaran remaja tetap dapat mengontrol perilakunya dan tetap sehat secara psikis, fisik dan sosial.Sehat secara fisik maksudnya tidak menyakiti fisik kedua belah pihak dalam arti tidak menimbulkan kehamilan, tidak ada kekerasan fisik (memukul atau dipukul, menendang atau ditendang, dan lain-lain).Sehat secara psikis berarti tidak mengganggu jiwa, misalnya tidak mengakibatkan perasaan jadi tertekan, membuat sedih, gelisah, takut, dan lain-lain.Sehat secara sosial maksudnya memperhatikan aturan dan norma masyarakat sekitar dan nilai-nilai yang ada di dalamnya.

    Sumber:
    http://pkbi-diy.info/?p=5025

  • Tips Terhindar Dari Kekerasan Dalam Pacaran (KDP)

    Bagaimana Sikap Kita Agar Terhindar Dari Sesuatu Yang Tidak Diinginkan Ketika Berpacaran

    Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya selama berpacaran :

    Membuat kesepakatan mengenai prinsip dan model pacaran bersama pasangan. Prinsip dasar yang penting di awal adalah prinsip ”tidak melibatkan aktifitas seksual yang berisko”.Saling mengingatkan saat pacaran perlu dibicarakan bersama pasangan. Apabila permintaan pacar kita menurut kita bertentangan dengan ajaran dan nilai yang kita anut dan membuat kita merasa tidak nyaman, kita harus berani menolaknya. Banyak remaja yang melakukan hubungan seksual berisiko ketika berpacaran. Sebagian besar mengatakan hal itu terjadi secara aksidental, spontan atau tidak direncanakan sebelumnya. Penyesalan baru terjadi ketika remaja perempuan menjadi hamil.hindari kontak bagian tubuh yang cukup sensitif (daerah erogen) seperti: bibir, payudara dan puting susu, pinggang, pantat, bagian dalam paha dan daerah kelamin (Penis/vagina).Terus mencari informasi yang mendukung dan meningkatkan kualitas cinta tanpa harus terjebak hubungan seksual yang berisiko. Untuk hal ini, remaja bisa mengakses layana konseling yang disediakan oleh lembaga sosial yang bergerak dalam bidang Kesehatan Seksual dan Reproduksi, seperi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di 26 propinsi.

    Akibat kehamilan ini, rasa relatif aman yang selama ini dirasakannya karena orang lain dan masyarakat tidak mengetahui bahwa ia telah melakukan hubungan seks pra nikah, tiba-tiba saja hilang. Kengerian akan sanksi sosial berupa pengucilan oleh orang tua/ keluarga dan pelecehan sosial yang amat berat tiba-tiba saja hadir konkrit di hadapannya. Pada umumnya kehamilan remaja (yang belum menikah) merupakan kehamilan yang tidak diinginkan karena mereka sebenarnya belum siap secara mental dan fisik untuk hamil atau mempunyai anak.

    Tips Menolak Ajakan dalam Pacaran

    Untuk dapat dihargai, kita tidak harus selalu mengikuti kemauan orang lain. Orang yang berpendirian kuat biasanya lebih dihargai dan disukai teman-temannya. Katakan saja: ”maaf saya tidak mau mencobanya”Menolak ajakan disampaikan dengan jelas dan tegas. Katakan, ”Tidak, terima kasih.”, atau, ”maaf, saya tidak bisa ikut.”Bila perlu, atau merasa tidak nyaman, segeralah tinggalkan tempat tersebut tanpa ragu. Katakan, ”saya harus pergi, saya punya acara yang lain, maaf.” atau ” ada hal lain yang harus saya kerjakan.”

    Terjadinya kekerasan dalam pacaran, sekali lagi karena adanya pemahaman gender yang kurang di masyarakat (khususnya remaja). Bahwa antara laki-laki dan perempuan dalam pembagian peran adalah sama dan setara, itu jarang sekali dipahami oleh banyak pihak sehingga memunculkan sikap superior pada laki-laki, rasa kepemilikan yang tinggi atas diri perempuan sehingga banyak kasus kekerasan dalam pacaran disebabkan oleh hal ini.

    Contoh: Ketika memacari seseorang dianggap menjadi haknya untuk melakukan apapun atas diri pasangannya, termasuk ketika melakukan kekerasan fisik, psikis sampai ajakan untuk melakukan hubungan seksual.

    Untuk menghindari terjadinya Kekerasan dalam Pacaran, perlu ditanamkan pemahaman bahwa antara laki-laki dan perempuan mempunya peran yang sama, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah sehingga muncul penghargaan yang sama terhadap pasangan.

    MITOS!!!, AWAS… JANGAN PERCAYA PADA DUA HAL INI!

    Untuk membuktikan cinta kasih sayang, maka berciuman adalah cara ungkapan yang paling indah.Berhubungan seks dengan pacar merupakan bukti cinta kasih terhadap pasangan atau seks dapat membuat hubungan pacaran menjadi lebih intim.

    Sumber:
    http://pkbi-diy.info/?p=5027

  • Sejarah Singkat HIV-AIDS

    Pada awal mulanya kasus HIV dan AIDS ditemukan di rumah sakit–rumah sakit di negara Afrika Sub Sahara pada akhir tahun 1970-an. Tetapi kasus AIDS pertama kali dilaporkan oleh Gottleib dan kawan-kawan di Los Angeles pada tanggal 5 Juni 1981.

    Beberapa tahun kemudian CDC Amerika serikat yang mengamati kasus HIV dan AIDS melihat peningkatan kasus infeksi yang tidak lazim berupa Infeksi Oportunistik yang merusak sistem kekebalan tubuh. Semula para dokter tidak mengetahui penyebab rusaknya kekebalan tadi. Sebelum infeksi oportunistik ini hanya dilaporkan terjadi pada orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya rusak oleh kanker atau oleh obat-obat penekan sistem kekebalan tubuh, misalnya: mereka yang menjalani pencangkokan organ tubuh. Kondisi ini kemudian di sebut dengan AIDS.

    Sementara itu HIV ditemukan oleh DR. Luc Montagnier dkk dari institut Pasteur Perancis. Mereka berhasil mengisolasi virus penyebab AIDS. Kemudian pada Juli 1994, DR Robert Gallo dari lembaga kanker Nasional menyatakan bahwa dia menemukan virus baru dari penderita AIDS yang diberi nama HTLV – III. Virus itu terus berkembang dengan nama HIV.

    Sumber:
    http://pkbi-diy.info/?p=5048

  • Cara Penularan HIV

    HIV hidup di semua cairan tubuh tetapi hanya bisa menular melalui cairan tubuh tertentu, yaitu :

    1. Darah
    2. Air Mani (Cairan, bukan Sel Sperma)
    3. Cairan Vagina
    4. Air Susu Ibu (ASI)

    Kegiatan yang dapat menularkan HIV adalah :

    1. Hubungan seks tanpa kondom.
    2. Jarum suntik / tindik / tato yang tidak steril dan dipakai bergantian.
    3. Peralatan dokter yang tidak steril, contohnya: peralatan dokter gigi.
    4. Mendapatkan transfusi darah yang mengandung HIV.
    5. Ibu HIV-positif ke bayinya: waktu dalam kandungan, ketika melahirkan atau melalui ASI.

    HIV tidak menular melalui :

    1. Bersentuhan
    2. Berciuman
    3. Bersalaman
    4. Berpelukan
    5. Peralatan makan dan minum
    6. Kamar mandi
    7. Kolam renang
    8. Gigitan nyamuk
    9. Tinggal serumah bersama orang dengan HIV dan AIDS (ODHA)
    10. Duduk bersama dalam satu ruangan tertutup

  • Voluntary Counseling And Testing (VCT)

    Tes HIV atau juga sering disebut dengan VCT (Voluntary Counseling and Testing) adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui status HIV dan dilakukan secara sukarela serta melalui proses konseling terlebih dahulu.

    Sukarela, artinya keinginan untuk melakukan tes HIV harus datang dari kesadaran sendiri bukan karena paksaan dari orang lain. Ini juga berarti bahwa siapapun tidak boleh melakukan tes HIV terhadap orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

    Konseling HIV adalah dialog atau konsultasi rahasia antara klien dengan konselor HIV. Konseling HIV ini dilakukan sebelum dan sesudah tes HIV. Konseling sebelum tes (pre Test) dilakukan untuk memberikan informasi yang lengkap tentang HIV dan AIDS, keuntungan dan kerugian VCT, menggali faktor–faktor resiko dan cara menguranginya sehingga klien mempunyai kesiapan untuk melakukan tes HIV.

    Sedangkan Konseling Pasca Tes bertujuan untuk mempersiapkan klien menghadapi hasil tes. Di sini diberikan penjelasan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan hasil tes, kemana dan apa yang harus dilakukan seandainya hasil positif HIV atau negatif dengan segala konsekuensinya.

    Tujuan VCT :

    Umum : mempromosikan perubahan perilaku yang dapat mengurangi resiko penyebaran infeksi HIV
    Khusus :

    Menurunkan jumlah ODHA Mempercepat diagnosa HIV Meningkatkan Penggunaan layanan kesehatan dan mencegah infeksi lain. Meningkatkan perilaku hidup sehat.

    Siapa saja yang perlu VCT?

    Siapa saja yang merasa sudah melakukan kegiatan yang berisiko terinfeksi HIV, seperti: melakukan hubungan seksual tidak aman, menggunakan narkoba suntik beramai- ramai, melakukan tato dengan jarum suntik tidak steril, dan sebagainya.

    Kapan sebaiknya melakukan VCT?

    VCT sebaiknya dilakukan 2-3 bulan setelah kita merasa melakukan kegiatan tersebut di atas. Kenapa 2 bulan? Karena masa inkubasi HIV umumnya 3 minggu sampai dengan 2 bulan. Biasanya dianjurkan untuk melakukan tes ulang 6 bulan berikutnya untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

    Sekarang ini sudah ada obat yang dapat menekan jumlah HIV yang disebut dengan antiretroviral (ARV).Ada beberapa manfaat dari terapi atau pemakaian ARV, antara lain:

    Menghambat perjalanan HIV Untuk orang yang belum mempunyai gejala AIDS, ARV akan mengurangi kemungkinan menjadi sakit. Untuk orang yang dengan gejala AIDS, memakai ARV biasanya mengurangi atau menghilangkan gejala tersebut. ARV juga mengurangi kemungkinan gejala tersebut timbul di masa depan Meningkatkan jumlah CD 4 (sel darah putih) Mengurangi jumlah virus dalam darah Merasa lebih baik.

    Informasi Lebih Lanjut Bisa Hubungi:

    1. Klinik Seroja RSUD Gunung Jati.
    2. Klinik PTRM RSUD Gunung Jati.
    3. Klinik Intan Puskesmas Gunung Sari.
    4. Puskesmas Drajat.
    5. Puskesmas Sitopeng.
    6. Puskesmas Kejaksan.
    7. Puskesmas Larangan.
    8. Puskesmas Kesunean.
    9. Puskesmas Jagasatru.

  • Arsip Blog

    Powered by Blogger.

    Followers

    Hubungi Kami

    Untuk pertanyaan Anda dapat menghubungi kami dengan beberapa cara yang berbeda. Rincian kontak di bawah.

    MCR-PKBI Cirebon

    • Jalan :Perumahan Taman Tukmudal Indah Blok.D25/10 Tukmudal, Sumber, Cirebon
    • Tempat :Sekretariat PKBI Cirebon
    • No. Hp :0811201579
    • Negara :Indonesia
    • Email :mcrpkbi.cirebon@gmail.com

    Hubungi kami melalui email.